Postingan

Asmoni

Gambar
Asmoni merupakan laki laki yang sudah mapan dalam kesendirian,dia terkenal handal dalam menikmati kesengsaraan, duka, nestapa, dan penindasan. Diapun sudah hafal bagaimana cara menikmati segala bentuk peraturan dan regulasi negara  pemerintah atau apalah namanya,-mulai darii yang bersifat mencekik , menginjak sampai menyeret seseorang ke gerbang kecemasan, keputusasaan dan rasa ingin bunuh diri. Saban hari dia hanya berjalan kaki begitu santai dari trotoar ke trotoar lainnya. Sesekali dia duduk atau tidur siang dimanapun dia suka : semak pinggir jalan, kolong jembatan ,taman kota, pos polisi yang mangkrak, dan lain lain sekitaran jalanan yang dinilainya pantas untuk merebah. Banyak orang menuduhnya gila, tidak waras, sableng, gangguan kejiwa , kerak kehidupan, dan segala stempel mengerikan lainya. Asamoni jelas dan sangat jelas tidak ada urusan. Dirinya hanya mengalir mendengar apa kata mereka dan tidak menjadikan prihal tersebut beban dalam menajali hari harinya. Sebelum matar...

Aku hendak kemana?

Gambar
  Setiap pagi aku sudah  berpakaian rapi lengkap dengan sepatu kulit dan bekas tas laptop yang sebenarnya berisi kertas kertas brosur , tagihan , ijazah dan sejenisnya. Tepat setengah delapan aku berpamitan pada istri anak dan mertuaku. Jarang rasanya aku sarapan pagi, bukan karena tidak lapar, lebih karena aku menghindari perbincangan serius dengan istri dan mertuaku. Ku sela motor meticku, nyaris tiga tahun acu nya rusak jadilah starter ta berfungsi normal layaknya motor metic. Motor yang lumayan naas, jangankan ganti oli service rutin, mencucinya pun aku terkadang mengandalakan hujan lebat. Warnanya beladus, jepluk orang cirebon bilang. Ta apa yang penting masih mampu berjalan gumamku dalam hati. Setiap keluar gang rumah, sejujurnya aku bingung hendak kemana. Aku berhenti di pinggir jalan, kuraba kantong hanya tersisa lima ribu rupiah. Kubelikan roko yang sekiranya awet dan dapat lebih dari tiga batang di warunb klontong langganan. Sering kupandangi langit sambil kutari...